Patah Hati


By the way, apa hubungannya ya foto tebu patah dengan patah hati? Ya untuk sementara gak ada sih. cuma iseng aja. Hehe.

Ya, patah hati adalah kata sifat yang bisa membuat seorang preman menangis, mahasiswa malas-malasan buat skripsi, dosen memberikan nilai jelek (yang dua terakhir berlebihan deh, haha). Kalau sudah kena virus ini, huh, tidur bisa tidak nyenyak, mimpi tak enak, mandi pun tak nafsu (padahal memang malas!).

Pertama kali saya patah hati adalah sewaktu SMP. Saat itu saya mengikuti les. Singkat cerita kenal lah saya dengan seorang perempuan. Entah bagaimana ceritanya kami jadi sering smsan. Dia suka curhat tentang masalah pacarnya. Saya pun dengan ilmu alakadarnya mencoba memberikan solusi hingga akhirnya mereka bersatu lagi. Anehnya, saya seperti tidak rela. Biasalah, umur-umur segitu kan masih alay. Haha. Jadilah saya merasa menjadi orang paling menderita di dunia ini. Saya sering bolos les dan sering duduk merenungi nasib, termasuk menangisi pulsa saya yang sangat banyak habis. Terang saja, dulu biaya sms masih mahal: Rp. 350 kalau tidak salah. Hahaha.

Patah hati saya yang kedua masih terjadi di SMP. Saat itu HP masih menjadi barang baru. Asal ada yang miskol (miss called), sudah bisa dipastikan saya akan bertanya dengan tulisan alay, “nE syP yAch?” Saat itu pun, suara orang kalau mengangkat telepon masih dimanis-maniskan, seperti “Alloow.” Ya, suara-suara manja gitu lah. Haha. Biasaa baru punya HP. Singkat cerita, jadilah saya sering smsan dengan teman satu SMP itu. Sms terus berlanjut hingga menimbulkan percik-percik api asmara (halah). Gawatnya, saat saya bilang suka, dia membalas, “aku maen-maen aja eee.” Dan saya pun patah hati. Hahaha.

Kemudian tak terasa saya pun jadi anak SMA. Putih-abu-abu. Teman-teman sekelas mungkin masih ingat ke-alay-an saya yang datang pagi-pagi. Saat itu SMA 4 belum direnovasi (saya masih kelas I). Kelas kami menghadap gerbang sekolah. Saya khusus datang cepat biar bisa ambil posisi duduk di atas meja, pas di pinggir jendela, dag-dig-dug menunggu siswi itu datang sekolah. Haha. Dan begitu dia lewat, saya langsung loncat-loncat, meneriakkan namanya, “Itu wak ko liat dia lewat! Lewat dia wakk!!” hahaha. Dengan melakukan itu, pagi saya pun menjadi bersemangat. Walau efek sampingnya kawan-kawan sekelas menyangka saya gila. Hingga akhirnya, suatu hari saya mengetahui jika dia sudah ada yang punya. Dan Rhoma Irama pun memetik gitar, saya patah hati. Hahaha.

Dan yang terakhir adalah yang sekarang ini. Saat patah hati yang sakit adalah ketika perasaan telah kita tanamkan begitu dalam. Seperti pohon. Jika ia kita patahkan di ranting, ia masih dapat hidup. Tapi jika bagian akar yang diganggu, maka ia akan sekarat. Saya bersama perempuan ini dari kelas III SMA. Berapa tahun ya sudah? Hoho. Mengenai sebab kami berpisah, hmm, gak elok dibilang di sini. Rahasia negara! Haduh. Saya masih belum bisa melupakan bagaimana momen-momen dulu: Malu-malu kalau berpapasan. Jalan pertama pas pulang try out UN. Pergi SNMPTN bareng. Ngantri bayar SPP sama-sama. Cobain masakan dia. Tukar-tukaran surat & puisi. Oh man! Gak mau tulis lagi lah. Tak kuat saya. Hoho.

Akhirnya, patah hati memang membuat galau. Hidup terasa silau. Tujuan seakan hilang. Tapi ya, pesan saya sebagai korban (haha), janganlah terlalu lama terpuruk. Kita memang tak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi Allah mutlak tahu apa yang kita butuhkan. Dan mengenai tebu patah itu, mungkin kita bisa mengambil sedikit filosofi: Jika engkau patah, jadilah seperti tebu yang tetap manis sarinya (Hahaha). Apapun ceritanya, kita harus terus maju, terus mengetik skripsi (lho??), dan percayalah, suatu hari seorang manusia akan menggandeng hati kita lagi. Insya Allah. Salam.


sumber foto: ibtimes.com

Tuesday, July 17, 2012 by Muhammad Haekal
Categories: 11 comments

Comments (11)

  1. hahaha men sana in corpore sano!!!

  2. wanita itu ibarat madu tapi ada racunnya...hha LOL

  3. jangan jadi alasan malas skripsi yee... haha...
    ayo bikin komik lagi!!

  4. patah hati, berjuta rasanya...:D

    blogwalking........^^

  5. the last paragraph is really something.....mantaaap

  6. everything is not forever,,,,just put it in your hand not in your heart that you are not going to be hurt when you lose it....

  7. Allah ciptakan ruas jari di setiap tangan manusia. dan ruas jari itu akan di isi oleh jari2 tangan cinta sejati kita. so, keep spirit in your life and always believe to your destiny. Allah always be there.

  8. Smile like you've never cry
    Fight like you've never lost
    Love like you've never been hurt
    and Live like you'll die tomorrow
    :)

  9. This comment has been removed by the author.
  10. @all: thank semua. aku baru balas komen sekarang. makasih udah bantu aku lewati masa suram itu
    :)

Leave a Reply