Aceh dan Lahirnya Komunitas


Salah satu pertanyaan yang terkadang sulit saya jawab adalah “kamu orang mana?”  Tentu saya orang Indonesia. Itu tercetak di KTP. Maksud saya, terkadang di Aceh orang-orang merasa perlu tahu tepatnya-Aceh-apa.  Saya lahir di Aceh Tamiang. Tidak sampai hitungan bulan, keluarga kami pindah ke Banda Aceh. Beberapa tahun kemudian, kami membeli tanah di Lamreung, dan itu Aceh Besar.

Sekarang sudah sepuluh tahun lebih saya tinggal di Lamreung. Hasilnya, logat bahasa Aceh saya ‘Aceh Rayeuk’ sekali. Huruf “R” meluncur dari mulut tanpa menggetarkan lidah – mirip pelafalan dalam bahasa Inggris atau Prancis. Huruf “S” pun berwujud tsa dalam bahasa Arab. Ditambah lagi volume bicara yang besar. Seperti marah-marah padahal sedang bercanda. Lucunya kalau ketemu sesama teman dari Aceh Besar, bisa-bisa teman dari Aceh bagian lain tidak begitu paham kami sedang bicara apa. Meudok that! 

Komunitas

Lalu setelah sekian lama tinggal di Aceh, apa sih yang saya rasakan? Banyak!! Terlalu banyak sampai saking banyaknya saya hampir tidak menyelesaikan postingan ini karena begitu asyik hapus-tulis-hapus-tulis.

Jadi pada tulisan singkat kali ini, saya sedikit ingin mengobrol tentang tentang sebuah hal positif yang sedang happening di Aceh: kelahiran komunitas-komunitas.

Tanpa disadari, rupanya banyak sekali komunitas yang sudah lahir di Aceh. Sebagian dari mereka sedang berkembang dan sebagian lainnya sudah bisa berdiri secara stabil. Bidang-bidangnya pun tidak terbatas. Mulai dari yang sifatnya pendidikan, bisnis, ketrampilan, lingkungan, seni, hobi, semuanya ada. Hal tersebut pun terasa semakin lengkap dengan prestasi-prestasi yang semakin sering didapat oleh anak-anak Aceh dalam berbagai event, nasional dan internasional. Dua hal itu seakan menjawab pertanyaan: “Adakah manfaat dari lahirnya begitu banyak komunitas?”jawabannya, “Ada. Prestasi.” Selain itu, tentu masih banyak lagi manfaat tidak kasat mata yang hadir dari lahirnya komunitas-komunitas.

Oleh karenanya, tidak salah jika kita bilang bahwa Aceh sedang menata diri – dan ia memang sudah semakin cantik sekarang.

Masa Depan

Semua tentu berharap pergerakan-pergerakan tadi menemukan tujuannya di masa depan. Kawan-kawan yang bergiat di bidang pendidikan berharap semua anak di Aceh bisa mendapatkan fasilitas belajar secara layak. Mereka yang berkecimpung di bidang bisnis juga berharap agar pengusaha-pengusaha baru terus tumbuh di Aceh. Para pecinta alam tentunya juga memiliki impian agar suatu hari nanti masyarakat Aceh semakin cerdas dan bijak dalam memperlakukan lingkungan. Semuanya sedang berusaha untuk itu.
Yang membuat semua hal menjadi mungkin dan semakin penuh harapan adalah karena pergerakan ini kebanyakan dimotori oleh generasi muda – yang suatu hari akan tumbuh dewasa dan duduk di puncak kekuasaan. Kita semua berharap bahwa ide, pikiran, dan niat mereka yang masih fresh dan cenderung bebas dari intrik politik, nanti juga akan terbawa sampai pada masanya mereka menjadi pemimpin.

Kawal

“Bangsa lain bisa sukses karena mereka berusaha membantu warganya agar berhasil. Sementara bangsa kita terpuruk karena terus berusaha menjerumuskan masyarakatnya agar gagal.”

Saya lupa siapa yang mengatakan ini, tapi memang jika direnungkan ada benarnya.

Dan sekarang, jika memang komunitas-komunitas tadi membawa perkembangan yang baik untuk Aceh, adakah alasan bagi kita untuk tidak mendukung mereka?

Jangan sampai kita justru menggagalkan apa yang sedang dibangun oleh saudara kita sendiri. Jangan sampai.


sumber gambar: home.iae.nl

Friday, November 1, 2013 by Muhammad Haekal
Categories: 4 comments

Comments (4)

  1. Super sekali pak haekal. Kenyataannya, di sini pun (bukan aceh), hal paling sering ditanyakan jika bertemu dengan orang baru adalah, nama dan asal. Tidak tanggung2 juga, spesifik nama jalan sekalian RT dan RWnya.

    Untuk respon tanda tanya terakhir, iya, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mendukung komunitas yang positif.

  2. :-) super sekali kal. i amw aiting for ur new post .always

  3. @zaenul: yop. memang pertanyaannya ringan, tapi terkadang jika terlalu sering ditanya, bs risih juga. hahaha.
    yop. stay positive. thanks udah ngunjung :D

    @afri: yop. alhamdulillah. thanks dukungannya sista :)

Leave a Reply