Lingkaran Keseimbangan


Dilatari Bukan Pilihan-nya Iwan Fals, Kopaja yang saya tumpangi terus melaju. Bangku penumpang yang tadinya penuh mulai ditinggalkan satu-satu. Bahkan kenek perempuan yang sedari tadi sibuk mengabarkan nama halte selanjutnya, juga melompat turun di salah satu lampu merah. Pukul 21.30 WIB. Separuh bagian dari Jakarta memang sedang pulang.

Saya tiba di Jakarta akhir Maret. Di atas kertas, ini semua adalah tentang pekerjaan. Namun di atas segalanya, sesungguhnya saya hanya ingin merantau. Bagaimana rasanya hidup di atas kaki sendiri? Saya ingin menjawab pertanyaan itu.

Apa yang kurang dari Aceh? Tidak ada. Semua begitu sempurna. Di sana ada keluarga, teman, pekerjaan, semuanya. Segalanya begitu seimbang. Makan tiga kali sehari. Baju ada yang mencuci. Tak perlu khawatir kehabisan uang–apalagi kepikiran untuk berhutang. Saya berada di dalam lingkaran keseimbangan.

Penumpang dan Pengemudi

Sesungguhnya ketika kita merantau, kita sedang keluar dari sebuah lingkaran keseimbangan dan membuat lingkaran keseimbangan kita sendiri. Kita menjadi pengemudi, bukan penumpang lagi.

Saya meniatkan perantauan ini sebagai pembelajaran. Bagaimana mengurus diri sendiri–mulai dari bangun hingga tidur lagi. Bagaimana mengatur makan, pakaian, keuangan, dan keimanan. Saya cemburu dengan teman-teman yang sudah memulai ‘ritual’ ini jauh-jauh hari. Sementara saya baru bisa memulainya di umur dua puluh tiga tahun.

Kali ini saya belajar mengemudikan kenderaan saya sendiri. Saya berharap, suatu hari nanti saya mampu mengemudikan kenderaan yang lebih besar lagi – tentunya setelah mengajak seseorang untuk menemani. Nah lho?

Semoga bermanfaat. Insya Allah. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berkunjung :)

sumber foto: Dok. Pribadi

Thursday, April 10, 2014 by Muhammad Haekal
Categories: 16 comments

Comments (16)

  1. Selamat dan sukses yaa... Abang malah udah lebih jula lagi umurnya, belum juga merantau (cuma ada liburan ke pekanbaru seminggu itupun menemani orangtua ... :-)

  2. bg hekal jadi anak rantau ya sekarang ? hehe
    semoga menemukan jawabannya bg, salam untuk teuku wisnu ya hhe

  3. bereh bang, jan lupa berkunjung ke blog saya http://negeridalamaksara.blogspot.com/

  4. bessttt li bg... :D

  5. we gotta step out of your comfort zone, sometime., nice post :-)

  6. @azhar: sipp. thanks bang!
    wah. insya Allah nanti akan ada masanya :D

    @sarah: amiin, ya Allah. thanks ya dek :)

    @yusrizal: thanks! oke yus. insya Allah :D

    @badral: alhamdulillah :D

    @syahrial: sipp!

    @devy: thanks :D

  7. What r u doin` in Jakarta?

  8. @ivan: sipp wak! alhamdulillah

    @anonim: learnin' how to live :D

  9. Layaknya neraca, jika ingin sebuah keseimbangan, harus sama berat di kiri dan kanan. Dan terkadang, neracanya harus naik turun dulu sebelum benar2 seimbang.
    Selamat berjuang karl!
    Smoga kemudinya pake power steering, biar lbh enak dikemudikan,hehe

  10. jakarta!? big city and hedonisme. semoga keimanannya terjaga.. :)

  11. @lintasanpenaku: sipp bang! insya Allah. terima kasih dukungannya :D

    @deliana: segalanya tergantung apa yg kita niatkan, deliana. terima kasih doanya :)

  12. mr haekal how you doin?? hows ur job in Jakarta?

  13. yeeee..akirnya kesampaian yaa merantaunya..setelah komen bbrp wkt lalu d blok aku,.selamat jadi anak rantau,,bgitu banyak hal yang akan d temui..

  14. @kelvin: alhamdulillah semua baek & lancar. kelvin apa kabar? salam ya buat teman2 :)

    @langitsenja: yeah! alhamdulillah kak :D sipp!!

Leave a Reply