Bacalah Pelan-pelan


Bacalah pelan-pelan
Buang prasangka
atau segala yang membuatmu curiga

Tidak ada yang salah dari kita
dari kamu atau aku
Semua baik-baik saja

Sekarang lihatlah ke depan
Jalan masih panjang
Bersama mari kita jelang.


sumber gambar: vi.sualize.us

Saturday, March 31, 2012 by Muhammad Haekal
Categories: Leave a comment

Ephemera


Sekira delapan tahun lalu, saya pernah tertarik dengan seorang perempuan. Bertemu dengannya membuat saya sesak nafas. Malu tidak menentu. Jika berpapasan di jalan saya menghindar. Bila teman menggoda saya menyangkal. Tapi diam-diam saya menikmati. Hingga apabila hari sepi, saya terang-terangan merindukannya dalam hati.

Saya melakukan segala hal agar bisa dekat dengannya: sms, bercanda-canda, mengirim salam, dan kalian tahu lah, hehe. Dan akhirnya dia menangkap sinyal itu. Pertemuan yang sebelumnya hanya terjadi di koridor rahasia, kini terbuka untuk semuanya. Di mana ada dia, di situ ada saya. Seperti saudara kembar layaknya. Tidur malam kembali tak nyenyak. Mimpi bukan menjadi tujuan malam lagi. Karena saya telah menganggap dunia nyata lebih berseri. Bahkan terkadang saat pagi, hp masih tergenggam di jari.

Beberapa minggu berlalu. Ada yang berubah. Semua pertemuan seperti tidak indah lagi. Tidak ada alasan sebenarnya untuk menjawab kenapa. Perasaan di hati tiba-tiba berubah tanpa terkira. Pertemuan semakin jarang. Sms-an semakin membosankan. Orang-orang pun bertanya ada apa gerangan. Sebagian berkata, "mungkin mereka sudah bosan."

Kata 'putus' pun akhirnya keluar, dengan berbagai macam versi. Kita tidak cocok/ kamu gak pernah ngertiin aku/ kita bukan jodoh/ lebih baik kita berteman saja/ aku menganggapmu adikku/ dan berbagai macam versi kalimat putus pun bangkit dari kubur. Tangis pun berderai dari satu pihak yang ingin 'serius'. Sementara nafas lega berhembus dari lain pihak yang ingin 'lepas'. Saya tidak tahu berada di bagian mana.

Ephemera

Saya sebenarnya baru mendengar kata Ephemera beberapa hari lalu. Menurut kamus artinya 'sesuatu yang tidak kekal'. Makna lainnya adalah sesuatu hal yang dicetak dan biasanya tidak diniatkan untuk disimpan. Seperti struk belanja: setelah kita mengambilnya dari kasir, tentu potongan kertas itu akan berakhir di tong sampah.

Walau mungkin kesannya tidak tepat/ nyambung, boleh kan saya menyebut cinta sesaat sebagai ephemera? Seperti cerita saya di awal tadi: cinta timbul dengan kuat, seakan-akan sejati, tapi tiba-tiba hilang pergi seperti tidak pernah ada yang terjadi. Halah.

Mengapa?

Cinta itu aneh. Bahkan tidak ada pujangga yang benar-benar tepat mendefinisikannya. Sebagai manusia, tentu hal yang alamiah jika kita connect kala melihat atau bertemu sesuatu yang menarik hati. Katakanlah laki-laki, jika bertemu perempuan yang enak diajak bicara, bisa bercanda, dan menarik pula, maka bisa dipastikan "sinyal wifi-nya" akan mencari "pasword" si perempuan. Ngerinya, saat perempuan memberikan kode dan jaringan menjadi "connected", beberapa saat kemudian si lelaki memilih "disconect". Jaringan pun putus. Si lelaki pergi dengan biasa. Nah giliran si perempuan bingung luar biasa. Halah (berlaku juga sebaliknya, lho!).

Terus?

Lagi-lagi cinta itu aneh. Saya tidak pernah merencanakan untuk bertahan lama dengan dia yang sekarang. Di awal hubungan, saya bahkan berpikir, "Ini seperti yang sudah-sudah. Palingan seminggu." Tapi semua tidak terjadi, entah kenapa, saya merasa dia orangnya. Kalau ada yang tanya tipsnya, saya tidak tahu. Apalagi kalau ditanya alasan saya cinta, saya lebih tidak mengerti. Di awal saya pikir ephemera, ternyata benar-benar cinta.

Saran saya sih, hati-hati saja. Saya sendiri tidak tahu bedanya antara ephemera dan cinta. Di awal-awal hubungan rasanya perasaan itu tidak bisa dibedakan. Dan karena ini adalah persoalan perasaan, jika sudah terlanjur connected, berusahalah untuk bertanggung-jawab (hayooo!). 

Sekarang, adakalanya saya terjerumus, hampir. Entah karena tidak pas kepala atau bagaimana, terkadang saya hampir terjebak ephemera. Tapi tenang, cuma ephemera, sekali lagi ephemera! dan belum terjebak! tapi hampir! Hehehe. Saya sih berharap, kami segera menikah! Hahahahaha. Biar "aku cinta padamu"nya terkesan sah.   

Akhirnya, karena sekarang sudah ada istilah ephemera, di awal-awal hubungan, jika belum yakin cinta, katakanlah:

"Aku ephemera padamu!"

Sekian. Salam.

sumber gambar: tekfin.com


Friday, March 30, 2012 by Muhammad Haekal
Categories: 22 comments

Berjiwa Muda dan Bijak


Dulu saat masih tujuh belasan, saya begitu mudah melakukan sesuatu. Tanpa peduli konsekuensi. Seperti ketika membangun bisnis. Saya dengan mudah memikirkan konsep, mengeluarkan uang, tanpa menghitung risiko, apalagi ambil pusing soal untung-rugi. Bagusnya, bisnis sempat berdiri, jeleknya yaa saya rugi, hehe.

Sekarang, saat umur menginjak kepala dua, pikiran logis semakin merajalela. Kalau mau buat sesuatu selalu mikir baik-buruk, risiko, untung-rugi. Baiknya, saya tidak rugi, jeleknya yaa saya tidak melakukan apa-apa.

Terus bagaimana?

Jadilah orang dewasa. Orang yang berjiwa muda dan bijak.

Maksudnya?

Berjiwa muda di sini adalah berani. Misal ‘aku pintar berbisnis, maka aku berbisnis’. ‘Aku pintar mengajar, maka aku mengajar’. ‘Aku pintar menulis, maka aku menulis’. Orang muda adalah orang yang berani memulai.

Namun, berjiwa muda saja tentu tidak cukup. Diperlukan pribadi muda yang bijak. Bijak di sini adalah ketika sesuatu itu telah dimulai, belajar lah lebih banyak. Carilah segala informasi yang berkaitan. Berdiskusilah dengan orang-orang yang telah terlebih dahulu menekuninya. Serap pengalaman mereka. Dan teruslah setia menjalani proses.

Contoh?

Wah, banyak sekali! Lihatlah Elang Gumilang, pemuda yang sekarang berumur 27 tahun ini memulai bisnis dari SMA. Dari mulai berjualan donat, sekarang dia telah memiliki perusahaan perumahan yang terkenal karena  program perumahannya yang diprioritaskan untuk rakyat miskin. Elang tidak takut memulai. Dia tidak pula malas belajar. Dan dia setia pada proses. Ada banyak contoh lain tentunya.

Dunia memerlukan orang-orang yang kreatif, inovatif, dan produktif. Orang-orang yang tidak cengeng. Orang-orang yang tidak hanya pandai memprotes, tapi juga memiliki solusi. Dan akhirnya, karena kita tidak pernah tahu berapa lama waktu yang kita miliki di dunia ini, sekarang juga, mulailah menjadi manusia yang berjiwa muda dan bijak: tidak takut memulai sesuatu, serta tekun belajar dan terus setia menjalani proses.

Gak peduli usia muda atau tua, yang penting jiwanya muda dan bijak! Kita bisa! Insya Allah.
  
sumber gambar: vi.sualize.us

Wednesday, March 28, 2012 by Muhammad Haekal
Categories: 2 comments

Jangan Ada


Jangan ada kesimpulan
Yang tergesa
Karena saat ini
Semua sedang tidak biasa

Tidak ada kebetulan seperti dulu, bukan?
yang membuat kita berkata,
“Oh! Pikiran kita sama.
”Oh! Kau orangnya!”

Bolehkah jika kuberkata ‘bukan tidak ada’?
Jengahkah engkau jika kutulis ‘semua belum saatnya’?
Percayakah engkau aku masih berjalan?
Memikirkanmu setiap malam

Dan janganlah ada 
Kesimpulan yang tergesa
Karena saat ini
Semua sedang tidak biasa
 
sumber gambar: google.com 

Tuesday, March 27, 2012 by Muhammad Haekal
Categories: Leave a comment

Laut

Jika engkau punya masalah
Pergilah ke laut
Tatap deburan ombak
dan hayatilah semuanya

 “Buat apa aku di sini?”
laut memang tidak bisa berbicara
Namun saat kau kembali
semua telah lebih baik dari sebelumnya.


sumber gambar: vi.sualize.us

Sunday, March 25, 2012 by Muhammad Haekal
Categories: 2 comments

Ketika sedang di Atas

Saat kita meraih prestasi, banjir pujian pun datang. Ke mana saja kita pergi, orang-orang riuh mengelu-elukan. Sampai seringkali sebuah perasaan yang paling berbahaya itu pun datang: puas.

Kepuasan memang tidak haram. Tapi dalam beberapa hal cukup berbahaya. Ketika puas, kita cenderung tidak meningkatkan lagi kemampuan. Kita merasa sudah menjadi orang yang paling hebat. Sementara tanpa kita sadari, dunia terus berputar. Orang-orang terus belajar, mengejar, dan akhirnya kita kembali tertinggal.

Selalu merasa kekurangan itu baik. Dengan perasaan demikian, kita akan termotivasi untuk terus belajar, bertanya, dan berkembang. Kita juga akan terhindar dari sifat angkuh.

Setiap hari, hal-hal baru terus lahir. Dulu kakek-nenek kita mungkin hanya bisa menikmati televisi hitam-putih, sekarang cucu-cucu mereka bisa menyaksikan gambar 3D. Dan tentunya masih banyak perkembangan lain. Dunia terus melaju, orang-orang terus berpacu. Tinggal kita saja yang memilih untuk ikut atau diam di tempat.

Akhirnya, jangan pernah puas. Teruslah menyelam lebih dalam, mendaki lebih tinggi, berlari lebih kencang. Dan yakinlah kesuksesan akan terus menyertai kita. Insya Allah.

Terima kasih telah berkunjung. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat. Saya tunggu komentarnya! Salam. 



sumber gambar: vi.sualize.us

Tuesday, March 20, 2012 by Muhammad Haekal
Categories: 2 comments

16 Tahun


16 tahun itu takkan ke mana
Karena dia telah mendaging di hati
Mengurat di pikiran

16 tahun itu takkan hilang
Tentang pertemuan
Tentang kebersamaan

16 tahun itu takkan terlupa
Walau secara wujud entah di mana
Walau mereka mengira itu tak lagi ada.

sumber gambar: kaskus.us

Sunday, March 18, 2012 by Muhammad Haekal
Categories: 2 comments