Showing posts with label Kata-kata. Show all posts
Kelana
2018. Dan aku telah bersiap-siap untuk berkelana lagi. Kali ini tidak sendiri.
28 tahun akan menjadi sia-sia jika aku hanya menanam diri di sini. Aku memilih pergi dan melihat dunia yang luas ini.
Oktober. Dan waktu terus berlari. Koperku akan segera berisi lagi []
Monday, October 29, 2018
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata,
puisi
1 comment
Rehat
Tuesday, October 2, 2018
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
Leave a comment
28
Thursday, May 31, 2018
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
Leave a comment
3 Puisi
Beberapa hari lalu, saya iseng membaca dan merekam tiga puisi lama. Seorang teman saya yang baik hati menambahkan latar suaranya. Silakan didengar dan mudah-mudahan bisa dinikmati. Insya Allah. Maafkan beberapa kali saya terselip lidah!
"Mendustai Dingin"
"Membacamu"
"Setelah Badai Usai"
Salam.
Monday, September 19, 2016
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
2 comments
Tumbuh
tumbuhlah. jadi kamu
jangan sibuk menjadi orang lain
tidak perlu
hanya akan menyakitkanmu
menyiksamu. membunuhmu
perlahan.
Saturday, August 20, 2016
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
1 comment
Dia
yang tidak kunjung pulang
dia pernah menanti pergi
yang tak pernah berpikir kembali
mereka pernah mengubah hatinya menjadi sebotol minuman,
plastik gorengan, jam tangan, dan seperangkat pesan di telepon genggam
mereka pernah menempelkan trauma, kecewa, dan putus asa
telak di kulit, lidah, mata, telinga, dan persendiannya
dia terus mengingatnya, takkan pernah lupa
luka-luka itu menumbuhkan bunga
di setiap helaian rambutnya
hari ini dia bukan perempuan yang sama.
Sunday, May 8, 2016
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
Leave a comment
Takkan
Kalian bilang aku bijak
tidak
aku hanya terlalu sering buat salah
dan aku belajar
takkan menyerah.
Saturday, July 18, 2015
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
Leave a comment
Kamu di Dalam Dirimu
apakah masih ada kamu di dalam dirimu?
di balik topeng kepura-puraan itu
tempat suara hati yang bungkam
jiwa yang penakut
dan bayangan yang tak pernah bisa jujur.
apakah masih ada kamu di dalam dirimu?
untuk sekadar menggunakan lidah itu
sisa waktu ini
untuk menjawab timbunan pertanyaan
yang tidak akan selesai hanya dengan sangkaan, dugaan,
bahkan perasaan.
apakah masih ada kamu di dalam dirimu?
agar aku bisa membungkus satu kotak waktu
dengan kertas kado usang itu
sebagai hadiah perpisahan
yang berisi penjelasan-penjelasan
agar hati kita tak lagi saling menawan.
via haekalism.tumblr
Monday, April 20, 2015
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
3 comments
Kamar
bersabarlah sejenak
aku hanya di kamar sebentar
aku tidak apa-apa
nanti kalau pikiran sudah tenang
aku akan keluar sendiri
janji
terima kasih sudah mengetuk pintu.
sampai jumpa lagi
Monday, March 23, 2015
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
3 comments
Hujan di Bulan Desember
Desember ini
Hujan menjelma menjadi peluru
Memberondong hati orang-orang seperti kita
yang punya masa lalu.
Rindu?
Sunday, December 28, 2014
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
7 comments
Diri
aku merindukan diriku
kata-kata dalam setiap jiwanya
ke manakah dia?
aku merindukan diriku
ledakan-ledakan dalam setiap langkahnya
ke manakah dia?
aku merindukan diriku
gairah-gairah dalam setiap nafasnya
ke manakah dia?
Wednesday, September 10, 2014
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
5 comments
Alinea
di buku kita
ada lembar kosong yang belum
beralinea
di sana ada pena
beranikah kita mengambilnya?
Sunday, June 29, 2014
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
3 comments
Safar
Dua langkahku di depan
Tiga langkah bayanganku telah berada di belakang
Safar
Sesungguhnya hanya gerakan memutar
Menuju kampung halaman.
Sunday, May 18, 2014
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
Leave a comment
Bolehkah?
Bolehkah ada rencana lagi?
Untuk kesekian kali
Menabur mimpi di tanah kering
Tersapu hujan lalu mengering.
Sunday, December 8, 2013
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
5 comments
(Tak) Peduli
di mana cinta tak lagi peduli
atau langit selalu gelap
dibungkus oleh matahari yang rapat
tepat mengarah ke dalam setiap butir hujan
yang mengilat.
Friday, June 21, 2013
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
Leave a comment
Balada Kau
Kau tidak pernah pergi ke kantor. Kau di rumah saja. Ya, memang itulah kantormu.
Kau duduk. Menulis. Berjam-jam. Hingga kepalamu pusing. Ya, memang itulah pekerjaanmu.
Mereka bertanya, “Apa yang kau hasilkan? Apakah kau dibayar?”
Belum. Tulisanmu belum layak terbit. Kau mesti bersabar dan terus menulis.
Suatu hari, teman-temanmu lewat di depan rumah. Mereka memakai kemeja, dasi, dan celana kain. Oh, rapi sekali. Kau bertanya ke mana mereka hendak pergi. Mereka baru diterima kerja. Di sebuah perusahaan besar. Gajinya banyak. Lihatlah, bulan depan salah satu dari temanmu bahkan sudah bisa mengambil kredit mobil. Kau pun menunduk. Berjalan ke kamar. Membuka laptop. Microsoft Word. Dan kembali mengetik. Hei! Kau hebat!!
Di hari lain, salah seorang warga datang. Ia kembali bertanya apa kau sibuk. Kau mengangguk. Ia tak percaya. Kau memang hanya di rumah saja. Lalu dia memaksamu pergi. Menemaninya belanja ikan di pasar. di tengah jalan ia kembali bertanya, “Kau pengangguran ya?” kau menggeleng. Kau bilang dirimu penulis. Ia tertawa. Penulis itu bukan pekerjaan katanya. Kau diam saja. Ya, ia hanya belum mengerti.
Hari terus berganti. Jari-jarimu tak pernah berhenti. Rambutmu semakin panjang. Pikiranmu semakin bercabang. Halaman-halaman penuh. Kau tak lagi mengaduh. Kau telah terbiasa. Kau semakin perkasa. Tak peduli manusia berkata apa. Kau terus menulis. Kau tak pernah berhenti. Kau hebat sekali!
Sunday, March 10, 2013
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
3 comments
Kamarku
Sunday, February 24, 2013
by Muhammad Haekal
Categories:
Kata-kata
2 comments

















