Showing posts with label P.K. Ojong. Show all posts

Menyaingi Orang Asing dengan Jujur

foto: gramedia.tumblr.com
Oleh: P.K. Ojong*

Pengusaha luar negeri masih saja takut terhadap kemungkinan pengambil alihan, kalau mereka menanam modalnya di Indonesia.

Ini kembali ternyata dalam wawancara Kompas dengan Dr. Emil Salim yang baru kembali dari Australia.

Sebaliknya orang-orang seperti kami, pengisi ruangan ini juga takut kalau kita kembali ditulari penyakit zaman pra Gestapu itu.

Dua-dua sama takut, jadi cocok!

*

Kebetulan kami dari dekat dapat mengikuti nasib sebuah perusahaan asing (Belanda) yang kita ambil alih yakni toko buku Van Dorp.

Gedungnya yang baru besar dan mengesankan, dan buku-buku yang dijualnya ketika masih dipimpin pemiliknya, sangat mengesankan. Termasuk salah satu toko buku yang terbaik di ibu kota.

Kami setiap minggu paling sedikit sekali mengunjunginya.

Lalu terjadi pengambilan alih atau desakan halus untuk menjualnya.

Lewat beberapa minggu ketika kami kira-kira pukul 10 pagi ke sana, ternyata tokonya belum bisa dibuka. Pegawainya belum masuk. Karena apa? Karena mobil yang mengangkut pegawai belum datang.

Baru pukul 10.30 toko dapat dibuka. Sesuatu yang belum pernah kami alami. Belakangan ini sering begini bunyi keterangan seorang pegawai yang kami kenal baik. Ia menarik nafas panjang.

Suasana di seluruh toko buku yang besar itu pun berlainan sekali. Lesu. Lamban. Tanda-tanda pertama dari demoralisasi.

Dan semua ini karena satu dua orang pemimpin yang lama terpaksa meninggalkan negeri ini.

*

Monday, December 1, 2014 by Muhammad Haekal
Categories: , , Leave a comment