Archive for August 2014

Suara Hati


Ketika lidah begitu gampangnya berdusta, hati tidak bisa.

Entah kita mendengarnya atau tidak, setiap hari hati kita berbicara. Ia membisikkan lagi impian-impian yang entah kenapa seiring semakin dewasanya usia, semakin mudah kita lupakan dan sangsikan.

Semakin dewasa, kita bukan semakin percaya diri. Kita malah semakin mengecilkan arti diri kita di dalam kehidupan. Kita membangun bermacam batasan, standar, dan alasan untuk “tidak bisa”. Ketika bertemu dengan tantangan, yang terpikir pertama kali adalah bagaimana cara untuk gagal. Sangat berbeda dengan diri kita di masa kecil dulu yang merajuk, memaksa, dan melakukan segala cara untuk bisa. Ingat dulu saat belajar sepeda? Entah berapa kali kita jatuh tapi bangun lagi. Entah berapa kali kita mencuri waktu tidur siang agar bisa latihan. Begitu taatnya kita hingga akhirnya sepeda bisa kita kuasai dengan sempurna. Saat itu, tanpa disadari kita sangat percaya arti berusaha. Sementara ketika dewasa, kita justru terlalu tunduk pada pengharapan–yang sayangnya tidak diikuti oleh pengorbanan.

Jalan Sunyi

Di tengah kehidupan yang bising ini, mengikuti suara hati seringkali menjadi jalan sunyi. Tidak banyak yang bisa mengerti, bahkan bisa jadi hanya Allah Swt dan diri kita sendiri.

Setiap manusia lahir ke dunia dengan peran. Kita semua juga dilengkapi dengar berkah berupa keahlian-keahlian unik yang tidak dimiliki oleh semua orang. Ada kan? Hati kita mengenal berkah itu. Ia pun selalu berteriak-teriak agar kita kembali percaya dengan apa yang dianugerahkan Allah Swt. Atau semuanya hanya akan menjadi kutukan yang bergentayangan selama sisa kehidupan kita.

Baik sekali jika kita mengambil waktu untuk berbicara dengan hati sendiri. Bernostalgia lagi dengan apa yang dulu pernah menjadi semangat dan gairah kehidupan kita. Atau kita juga bisa memilih untuk mengabaikan suaranya. Membiarkannya jadi dingin dan bisu. Kalau sudah begitu, selamat menjadi manusia yang bukan diri kita sendiri. Merdeka?

Semoga bermanfaat. Insya Allah. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berkunjung :)

sumber foto: vi.sualize.us

Saturday, August 16, 2014 by Muhammad Haekal
Categories: 7 comments

Kesempatan


Dari dulu saya berpikir jika semua hal itu mungkin: mungkin gagal, mungkin berhasil. Saya juga percaya bahwa kesempatan bisa jadi hanya datang sekali dan dapat pula muncul berkali-kali.

Kehidupan memiliki ritme yang dinamis. Bisa diprediksi tapi tidak bisa dipastikan. Apalagi jika manusia telah melakukan dua tugas utamanya yaitu berdoa dan berusaha: semua hanya tinggal menunggu hasilnya–kecuali bagi yang tidak pernah mencoba, ia mutlak memperoleh penantian yang sia-sia.

If you never try, you’ll never know. Saya suka sekali sepenggal lirik dari Coldplay ini. Beberapa keputusan dan tindakan besar dalam kehidupan saya juga disemangati oleh kalimat itu. Dalam hal apapun sebenarnya tugas kita simpel saja: mencoba. Persoalan semuanya terwujud sesuai keinginan kita itu sudah lain cerita. Perkara yang terbaik tentu Tuhan lah yang maha tahu.

Di tahun 2014 ini ada beberapa kesempatan yang kembali muncul setelah beberapa tahun terkubur. Saya tidak tahu akhirnya bagaimana: mungkin gagal, mungkin berhasil. Ah, apapun itu, saya akan berusaha sampai akhir.

Semoga bermanfaat. Insya Allah. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berkunjung :)

Sunday, August 3, 2014 by Muhammad Haekal
Categories: 6 comments